405360_620

MedanBisnis – Medan. Bulog-Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Sumatera Utara dan Medan, mulai Selasa, melakukan operasi pasar bawang merah untuk
menekan harga jual di pasar.

“Setelah OP (operasi pasar) cabai merah, beras dan gula sejak 15 Juni, mulai Selasa, 23 Juni, digelontorkan bawang merah,” kata Kepala Bulog Divre 1, Fasika Khaerul Zaman di Medan, Selasa.

Hari pertama OP bawang merah digelontorkan 1 ton untuk pasar tradisional di Kota Medan yakni Pasar Petisah dan di kabupaten/kota lainnya.

Seperti halnya OP cabai merah, beras dan gula, OP bawang merah bertujuan untuk menekan harga di pasar.

Harga bawang merah OP dijual Rp25.000 per kg atau lebih murah Rp10.000 per kg dari harga di pasar yang berkisar Rp35.000 per kg.

“Bulog tidak akan menyerah.OP akan terus digulirkan untuk membanjiri pasar sehingga spekulan tidak bisa atau leluasa mempermainkan harga,” ujar Fasika.

Dia menjelaskan, saat ini, Bulog menguasai stok bawang merah sebanyak 3 ton yang berasal dari pembelian ke petani di Kabupaten Karo.

“OP direncanakan bisa dilakukan setiap hari, karena di luar stok, Bulog masih akan terus melakukan pembelian bawang ke petani yang sedang panen,” katanya.

Wakil Ketua TPID Sumut, Difi A Johansyah mengatakan, TPID memang terus berupaya menekan harga berbagai barang di pasar khususnya pada hari besar keagamaan seperti Ramadhan/Idul Fitri.

Penekanan harga dimaksudkan untuk membantu masyarakat sekaligus dalam upaya menekan inflasi yang kalau mengalami lonjakan bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Selain OP dan pasar murah yang dilakukan beberapa pemkot/pemkab seperti Kota Medan, pengawasan harga di pasar dan kelancaran distribusi juga ditingkatkan.

“Memang dampak psikologis dari hari besar keagamaan dimana permintaan mengalami lonjakan sulit dihindari.Tetapi TPID terus berupaya menekan harga,” katanya.(ant)

Categories: Pasar